• Berita 05.06.2009 No Comments

    Facebook

    Facebook

    Jakarta - Seorang anak adopsi akhirnya bisa bertemu keluarga kandungnya setelah bertahun-tahun menanti dalam kehampaan. Lagi-lagi, ‘tali kasih’ tersebut terwujud berkat Facebook.

    Facebook telah mengubah hidupku-jika bukan karenanya, maka semua ini tidak akan pernah terjadi”, begitulah luapan kebahagiaan Richard Marks karena telah berhasil menemukan keluarga kandungnya lewat Facebook.

    Selama 33 tahun terpisah dengan ibu dan saudara kandungnya, Marks akhirnya mengakhiri pencariannya yang menelan waktu bertahun-tahun.

    Marks, yang kala itu baru berusia 3 hari telah diserahkan ibunya, Carol Horridge untuk diadopsi. Untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik, itulah alasan sang ibu. Namun pada usia menginjak 18 tahun, Marks tidak tinggal diam. Ia memutuskan memulai pencarian pada keluarga aslinya dengan menghubungi Bury Social Services. Read more…

    Tags:

  • Berita 05.06.2009 No Comments

    Google Squared

    Google Squared

    Jakarta - Eksperimen Google dengan teknologi pencarian seringkali menyenangkan. Contohnya adalah Google Squared yang berusaha memasukkan hasil pencarian web ke dalam kotak-kotak.

    Raksasa internet dari Silicon Valley itu melakukan langkah percobaan untuk memberi struktur pada berbagai informasi di situs web yang ‘berantakan’. Google Squared menampilkan hasil pencarian yang dilakukan pengguna dalam kotak-kotak berlabel yang memudahkan.

    Meski masih dalam tahap awal, upaya Google Squared dalam memberi tampilan hasil pencarian yang berbeda ini patut dicoba. Sebagai contoh, saat dicoba detikINET, Jumat (5/6/2009), pencarian dengan kata kunci ‘Manchester United’ akan memberikan hasil data pemain Manchester United, lengkap dengan foto, tempat tanggal lahir dan nama lengkap. Read more…

    Tags:

  • Berita 01.06.2009 No Comments

    Google Wave

    Google Wave

    Jakarta - Pencarian di internet boleh dikatakan sudah sinonim dengan Google, namun sang raksasa seperti belum puas. Ambisi terbaru Google untuk ‘menguasai dunia’ nampak dari Google Wave.

    Google Wave merupakan platform komunikasi via internet terbaru yang sedang dikembangkan oleh Google. Di balik Wave adalah Rasmussen bersaudara, dua orang yang bertanggungjawab atas Google Maps.

    Wave pertama kali diperkenalkan pada konferensi Google I/O di San Francisco pada 27 Mei 2009. Seperti dikutip detikINET dari TechCrunch, Senin (1/6/2009), Wave disebut-sebut sebagai ‘wujud e-mail jika diciptakan pada masa kini’.

    Secara sekilas, Google Wave dapat disebut sebagai ‘pernikahan’ antara e-mail dan instant messaging. Namun lebih dari itu, Wave juga memungkinkan kolaborasi secara langsung terhadap dokumen online layaknya wiki.

    Berikut beberapa hal yang didemonstrasikan Lars dan Jens Rasmussen serta tim Google Wave lainnya:

    * Mengirimkan pesan secara bergantian layaknya e-mail.

    * Melakukan chat langsung layaknya instant messaging dalam antarmuka yang sama.

    * Berbagi dokumen dengan drag-drop dari desktop ke browser.

    * Mengalihkan sebuah Wave menjadi konten untuk dipublikasikan layaknya blog.

    Namun hal paling ‘besar’ dari Wave adalah kenyataan bahwa teknologi ini tidak dikunci oleh Google. Siapapun bisa menggunakan Wave dan memanfaatkannya untuk memperkuat situs mereka.

    Seperti e-mail, Google Wave pun bisa diadopsi oleh sebuah perusahaan menjadi sebuah platform komunikasi di perusahaan tersebut. Dan sama seperti e-mail, Google Wave bisa dijalankan dari server perusahaan tersebut tanpa tergantung ke pihak lain — termasuk Google.

    Platform yang terbuka itu memungkinkan penyedia layanan berbasis Google Wave bisa saling berkomunikasi. Ini berbeda dengan layanan komunikasi ‘baru’ seperti Twitter atau layanan pesan di dalam Facebook yang ‘terkunci’ pada masing-masing penyedia layanan.

    Di balik Google Wave adalah dukungan penuh Google pada standar HTML5. Standar yang akan datang dari situs web ini menyediakan basis teknologi yang memungkinkan pengembangan aplikasi seperti Google Wave dan aplikasi tingkat lanjut lainnya.

    Mampukah Google menaklukkan dunia lewat Google Wave? ( wsh / ash )

    Sumber : detikinet

    Tags: ,